Jakarta (Humas MIN 14) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif. Tim riset muda yang tergabung dalam The Golden Leaf (Young Researcher 2025) berhasil meraih Gold Medal pada kategori Waste Treatment dalam ajang 6th Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025.
Ajang I2ASPO merupakan kompetisi riset internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah dan negara untuk mempresentasikan karya ilmiah terapan yang inovatif dan solutif. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang tidak hanya menyusun penelitian, tetapi juga mampu menjelaskan manfaatnya bagi masyarakat secara nyata.
Tim The Golden Leaf terdiri atas enam siswa, yakni Shafiyyah Rahmania Cordova (VI A), Sadiq Alvaro Rasjid (VI B), Chariesta Lakeisha Faranissa (V A), Nayyira Ayanna (V C), Zyva Abrisan Wibisono (V A), dan Fadhila Zahrana Putri (V A). Keenam siswa tersebut tampil percaya diri dan kompak sejak tahap persiapan hingga presentasi di hadapan dewan juri.
Mereka mengusung penelitian berjudul “L.E.A.F Project (Leaf Eco-Paper for a Sustainable Future)”, sebuah inovasi pemanfaatan limbah daun kering menjadi kertas ramah lingkungan. Penelitian ini menawarkan solusi sederhana namun berdampak dalam mengurangi limbah organik sekaligus menekan penggunaan bahan baku kertas konvensional.
Selama mengikuti kegiatan di Yogyakarta, para siswa mendapatkan pendampingan intensif dari para pembimbing, yaitu Marwiyah, Durratul Mufidah, dan Irhamni. Proses pendampingan dilakukan sejak penguatan konsep penelitian, penyempurnaan media presentasi, hingga simulasi tanya jawab dengan juri.
Kepala MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif, Ru’yat Ismail, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. “Prestasi ini adalah bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional dengan karya yang bermanfaat bagi lingkungan. Ini hasil dari kerja keras siswa, pembimbing, dan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Salah satu pembimbing riset, Irhamni, menuturkan bahwa proses penelitian menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi para siswa. “Anak-anak belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan berani menyampaikan gagasan mereka. Medali emas ini adalah bonus dari proses belajar yang luar biasa,” ungkapnya.
Keberhasilan ini diumumkan secara resmi pada Awarding Ceremony NASPO & I2ASPO 2025 yang digelar di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM. Saat nama tim The Golden Leaf disebut sebagai peraih Gold Medal, suasana haru dan bangga pun menyelimuti seluruh delegasi.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan minat riset sejak dini. MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan penelitian siswa sebagai bagian dari pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan berorientasi pada solusi bagi masa depan. (dm)

Tinggalkan Komentar