Jakarta (Humas MIN 14 Jakarta) — Inovasi pengolahan limbah kulit semangka menjadi produk pangan bernilai guna mengantarkan Tim Riset 2026 MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif meraih Gold Medal pada kategori Environmental Science dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026. Penghargaan tersebut diumumkan dalam Awarding Ceremony di i3L University, Jakarta Timur, Senin (27/04/2026).
Tim mengusung penelitian berjudul “WOW (Watermelon Rind Wonderful Taste) ‘Waste to Taste, Bite to Bliss’” yang berfokus pada pemanfaatan kulit semangka yang selama ini kerap dianggap limbah menjadi produk makanan yang lezat dan bernilai tambah.
Melalui riset ini, para siswa menghadirkan solusi kreatif terhadap permasalahan limbah organik dengan pendekatan sederhana. Kulit semangka diolah menjadi permen jeli (gummy) yang aman dikonsumsi, sekaligus memiliki cita rasa menarik dan berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan alternatif.
Inovasi tersebut tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan bahan pangan nonkonvensional yang memiliki nilai ekonomi. Dengan pengolahan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.
Tim riset terdiri dari enam siswa, yaitu Zyva Abrisam Wibisono, Rafanda Orlin Faiharatifa, Keenan Arrasyid, Zahran Emir Virgian Shah, Dzakira Talita Azzahra, dan Muhammad Khalid. Mereka berkolaborasi sejak tahap perumusan ide, eksperimen, hingga presentasi di hadapan dewan juri internasional.
Salah satu anggota tim, Zyva, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Kami sangat senang bisa meraih Gold Medal. Awalnya kami hanya ingin mencoba memanfaatkan limbah, tapi ternyata bisa berkembang hingga tahap ini,” ujarnya.
Pembimbing tim, Nunik, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari semangat belajar dan ketekunan siswa. “Anak-anak sangat antusias dalam setiap proses. Mereka berani mencoba, tidak takut gagal, dan terus memperbaiki hasilnya,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh pembimbing lainnya, Suhailid. Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi bekal penting bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim. “Mereka belajar menyampaikan ide dengan percaya diri. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen MIN 14 Jakarta dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi sejak dini, sekaligus mendorong siswa untuk peduli terhadap isu lingkungan melalui solusi kreatif yang berdampak nyata. (dm)
Tinggalkan Komentar